Sabtu, 29 September 2018

STORY ABOUT HOW I GET INTO UNIVERSITY (motivation for 12th graders) part 3

Intinya, keinginanku untuk dapat memberikan satu bukti cintaku pada mereka dengan hasil yang manis dari perjuanganku selama SBMPTN ini terbayar lunas dengan pengumuman kelulusanku. Bisa kalian bayangkan bagaimana waktu itu suasananya, susah bagiku menggambarkannya. Yang jelas kami sama-sama bersyukur dan bersukacita, sesuatu yang merupakan salah satu hal terindah yang pernah terjadi di hidupku. Melihat betapa kebanggaan terpancar di wajah orangtuaku, pun adik dan kakakku. Melihat betapa mereka sangat bersyukur akan pencapaianku waktu itu. Melihat betapa keceriaan mendekap mereka hanya karena namaku terpampang nyata sebagai salah satu peserta SBMPTN yang beruntung, karena usaha dan doanya dikabulkan oleh Allah untuk menjadi salah satu mahasiswa di universitas impiannya. Semua bener-bener terjadi persis seperti yang selalu aku idam-idamkan. Persis seperti yang selalu kulirihkan dalam doaku. Aku merasa sangat bahagia karena berkah yang kuterima pada saat itu. Dan akhirnya, setelah melalui sekian banyak hal, aku dinyatakan resmi menjadi mahasiswa UPN ‘’Veteran’’ Jakarta. Tentu akan kuceritakan lebih lanjut mengenai semua ini, namun pada tulisanku berikutnya. Kali ini aku ingin sedikit menyuntikkan kata-kata untuk kalian, yang mungkin bisa kalian masukkan dalam hati lalu kalian resapi.
Untuk kalian, yang sedang ingin berjuang…
Ingatkah kalian?
Belasan tahun dalam kehidupan kalian dihabiskan dengan penuh warna-warni. Ada suka, ada duka. Tahun demi tahun kalian lewati dengan berbagai perubahan. Langkah kalian semakin menanjak, menuju tahapan yang lebih tinggi dari sebelumnya. Ketika kalian SD, mulailah kalian berkenalan dengan lingkup pertemanan yang unik. Lucu, menyatukan pikiran anak-anak yang dikepalanya masih sebatas bermain sembari belajar. Satu tingkat lebih maju dari sewaktu TK, namun tetap saja beban kalian belum terlalu berat. Kemudian kalian memasuki jenjang lebih lanjut, yaitu SMP. Disini kalian sudah berada dalam tahap pubertas. Kalian mulai menjadi versi baru dari diri kalian sendiri. Emosi kalian mulai labil, perasaan kalian mulai mengarah pada sesuatu yang romantis, pemikiran kalian menjadi lebih berkembang. Kalian mulai dihadapkan pada sesuatu yang jauh lebih menggelora dibanding saat kalian masih berseragam merah-putih. Gejolak-gejolak kehidupan mulai menyerbu kehidupan kalian. Permasalahan demi permasalahan sudah mulai menghantam kalian. Dan tibalah saat kalian menyandang predikat sebagai siswa salah satu SMA impian kalian. Disini kedewasaan kalian mulai timbul ke permukaan. Bisa dibilang, ini tahapan pencarian jati diri. Kalian mulai berusaha memahami berbagai hal. Pemikiran kalian semakin lama semakin mendewasa seiring bertambahnya usia kalian. Perihal emosi? Ya, masih seperti itu. Masih mudah tergoyahkan, masih berkobar seumpama nyala api. Penuh dengan lika-liku. Kehidupan kalian jauh lebih berwarna. Banyak hal yang kalian pelajari dan hadapi di masa yang satu ini. Perihal memilih teman, menentukan pilihan, dan lain-lain. Semua menuntut kalian untuk terus dan terus meningkatkan kapasitas kemampuan kalian. Terus dan terus. Sama halnya seperti sebelumnya, kalian juga menghadapi beragam permasalahan yang jauh lebih kompleks. Karena satu hal; kalian mendewasa.
Dan kelak pada akhirnya, akan tiba suatu masa dimana kalian berada di suatu jalan.
Jalan itu luar biasa berat medannya. Terlalu kasar bagi kalian. Banyak bebatuan kecil nan tajam, tak mulus, penuh belokan. Semua itu menantang kalian yang tengah berada dalam masa-masa menuju kedewasaan, karena kalian harus bijak menentukan pilihan. Namun ketika kalian melihat lebih jauh, di ujung jalan itu ada suatu hal yang indah tengah menanti kalian. Ketika kalian hendak melangkah, kalian ragu. Kalian terlalu takut untuk melewati jalan tersebut. Kalian ingin, ingin sekali menggapai keindahan itu. Namun kalian tak mau bersusah payah. Kalian tak mau terluka. Pasti akan letih rasanya.
Saat itu terjadi, coba pikirkan satu hal.
Untuk apa kalian dibentuk dari tahun ke tahun untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa apabila semua itu tak bisa kalian aplikasikan pada kehidupan nyata? Justru itu. Semakin lama, kalian semakin keras dibimbing oleh permasalahan kehidupan kalian yang juga semakin meningkat. Kalian bisa melewati semua itu. Kalian belajar banyak dari semua itu. Lalu ketika kalian harus bertahan pada satu ujian demi mendapatkan impian kalian, mengapa berhenti? Sementara hidup ini sudah begitu baik memberi kalian pelajaran demi pelajaran tiap tahunnya, agar kalian semakin mengerti bahwasanya semua itu merupakan bekal bagi kalian agar jika kelak menghadapi medan yang jauh lebih sulit kalian tak mudah menyerah.
Lalu… Mungkin kalian tak merasakan semua itu. Namun selalu ada yang tersenyum dibalik setiap tahapan yang kalian lalui dalam kehidupan. Mulai dari kalian mampu berjalan hingga berdebat, ada yang selalu menanti, kejutan apa yang akan kalian beri. Kebahagiaan demi kebahagiaan kalian merupakan sumber rasa syukur mereka. Mereka tak pernah peduli akan apa yang tengah mereka hadapi hanya demi indahnya hari-hari yang kalian jalani. Keringat bercampur tetesan airmata telah menjadi teman mereka sehari-hari. Nama kalian tak pernah luput dari doa yang mereka panjatkan. Apapun itu mereka pertaruhkan agar kalian mampu merasakan nikmatnya kehidupan. Pekerjaan nan halal dilakoni, tantangan dihadapi, kebahagiaan sendiri kadang tak sempat dicicipi, hanya untuk memberi kalian kehangatan dalam menjalani dinginnya kehidupan. Dan tak ada tuntutan yang mereka beri. Tak ada balas yang mereka pinta. Hanya satu yang mereka inginkan; kalian sukses, dunia dan akhirat. Mereka menyandang status sebagai sosok orangtua. Mereka ada, dibalik setiap masa yang kalian hadapi. Mereka hadir di barisan terdepan sebagai sosok yang siap menyayangi dan melindungi kalian sepenuh hati.
Apakah kalian akan berpangku tangan?
Mereka memang tak ingin kalian beri apa-apa lagi. Mereka tulus, luar biasa tulus. Namun apakah kalian tidak ingin memberi satu saja, persembahan indah sebagai rasa terimakasih sekaligus cinta kasih kalian atas segala yang telah mereka lakukan untuk kalian?
Apakah kalian tak ingin melihat mereka tersenyum dengan airmata bahagia dan kebanggaan yang menyusup ke dalam hati mereka karena berhasil membawa anaknya satu langkah menuju kesuksesan?
Mereka akan memeluk kalian dengan erat ketika kalian dinyatakan tembus ke PTN yang kalian idam-idamkan, lalu mereka akan mengatakan
“Selamat, anakku. Mama dan papa bangga padamu…’’
Sungguh suatu hal yang takkan pernah bisa kalian beli dengan apapun itu. Kalian berhasil membuat mereka bahagia, begitu bahagia karena mereka merasa perlahan anak mereka telah bertumbuh menjadi sosok yang siap dibesarkan di salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia, dibentuk menjadi pribadi yang siap menyongsong masa depan dengan kekuatan-kekuatan baru. Mereka bahagia menjadi bagian dari perjalanan hidup kalian. Mereka bahagia, karena mereka telah membantu kalian membuka salah satu pintu menuju masa depan kalian… Dan berhasil. Mereka berhasil.
Pikirkanlah lagi, jika ingin berhenti berjuang.
Renungkanlah lagi, jika ingin bermalas-malasan.
Lalu satu lagi, apakah kalian tidak ingin memberi diri kalian suatu apresiasi atas perjuangan kalian selama tiga tahun di SMA? Ya, masa putih abu abu bukan masa yang mudah bagi kalian seperti yang telah kusinggung sebelumnya. Tentu akan ada banyak hal yang mengobrak abrik emosi kalian. Sesuatu yang bahkan membuat kalian berpikir akan makna hidup ini. Akan kemana kalian nanti. Apakah setelah itu kalian akan beraksi untuk menjadi lebih baik, atau melempem mengikuti rasa malas? Kalian akan dituntut oleh kedewasaan kalian untuk mampu menentukan pilihan. Beberapa momen di hidup ini hanya terjadi satu kali. Sisanya mungkin bisa terulang, namun rasanya tak akan sama. Pun dalam memilih PTN. Saat kalian mampu mengambil langkah itu di tahun kalian dinyatakan lulus, mengapa tak sesegera mungkin diambil? Mengapa tak buru-buru memutuskan untuk segera memilih langkah pasti untuk mengejar impian kalian? Mengapa masih diam menerka nerka apakah keputusan kalian sudah benar? Mengapa masih membisu seakan berjuangpun tak mau? Inilah saat yang tepat bagi kalian, jangan pernah kalian sia-siakan apalagi kalian sepelekan.
Kalian telah melewati banyak suka duka disini. Kalian telah menghadapi segudang tantangan yang menyurutkan semangat namun membangkitkannya kembali sesaat kemudian. Kalian telah dibombardir oleh hal hal yang pernah mematahkan keyakinan kalian mengenai kesuksesan. Kalian sudah melalui banyak masa-masa yang menguji ketabahan kalian karena segalanya terasa berbeda dengan apa yang kalian alami sebelumnya. Ya karena memang kalian dibentuk di ranah ini, tanpa kalian sadari. Berbagai macam hal sudah menjadi santapan kalian sehari-hari, meskipun itu tak mudah sama sekali. Pokoknya kalian telah melalui medan itu dengan penuh ketakutan, kecemasan akan apa yang akan terjadi kelak nantinya dalam kehidupan kalian ini. Tumpah airmata dan tenaga sederas-derasnya, tanpa pernah kalian bisa hentikan. Semua itu telah menghantui kalian disaat kalian memasuki masa SMA, karena emosi kalian mengalami perubahan yang drastis dan turut memengaruhi segala aspek dalam kehidupan kalian. Dan yang paling utama adalah kalian seakan dituntut mencari jati diri kalian dan menjawab segala pertanyaan yang ada dalam benak kalian tanpa ragu lagi. Dan itu bukanlah hal yang mudah. Penuh dengan permasalahan, banjir akan cobaan. Kalian tak bisa mundur, karena kalian memang harus tetap berada dalam posisi siaga menghadapi segalanya. Kalian pun memutuskan untuk…. Tetap berjuang. Dan pada akhirnya kalian sudah tiba di penghujung. Kalian seharusnya sedikit menghadiahi diri kalian yang sudah mau bertahan dalam setiap kondisi kondisi kritis menuju kedewasaan kalian. Kalian sudah mampu berdiri tegak saat diterpa berbagai hal. Jadi mengapa tidak? Mengapa tidak sedikit menghibur diri kalian yang sudah lelah menggempur habis-habisan setiap tantangan selama kalian menjadi siswa SMA yang teladan, dengan hadiah yang bersembunyi dibalik kesuksesan kalian menggapai PTN yang kalian idam-idamkan? Lakukan hal itu untuk diri kalian sendiri dan jangan pernah kalian merasa ragu akan hal tersebut. Sebab kalian, suatu saat nanti, akan berterimakasih pada diri kalian yang sekarang karena tak mudah menyerah dalam hal apapun. Kalian akan tersenyum mengingat bahwa kalian pernah ada di posisi yang sulit dalam perjalanan menuju kedewasaan kalian, dan kalian tak berhenti. Kalian tetap disana dengan semangat kalian yang berkobar… Dan kalian lolos. Kalian berhasil!
Dan itu akan menjadi momen yang sangat membahagiakan untuk kalian yang telah menjalani kehidupan nan hebat dengan pekerjaan yang kalian telah impikan sedari dulu, atau dengan hal yang telah kalian rintis dan berbuah manis pada akhirnya. Akan ada saatnya, sungguh akan ada.
Menghadapi hidup ini tak pernah seindah yang kau lihat di televisi. Tak bisa direkayasa, tak bisa dibalut dengan keindahan semata, tak bisa hanya dipenuhi tawa. Namun sadari saja, bahwa… Ketika kita mulai menghargai hidup kita dengan sepenuh hati---tentunya dengan cara menghargai diri kita dengan berjuang guna mendapatkan sesuatu yang lebih baik di masa depan kelak, hidup kita akan kembali menghargai kita dengan memberi kesuksesan itu sebagai suatu catatan bahwa orang ini, telah berhasil meraih salah satu impian terbesarnya. Tak akan pernah ada yang sia-sia. Maka jadilah sosok yang tak akan pernah menyerah. Apapun yang terjadi, hidup akan selalu memberi dua pilihan;
majulah, atau menyingkirlah. Dan aku yakin bahwa kalian akan memilih yang pertama.
Karena kalian adalah pejuang sejati dalam kehidupan kalian.


-ASA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar