Hello readers!
Terkhusus bagi kalian yang sekarang lagi menikmati tahap akhir dari masa putih abu abu alias kelas 12, pastinya kalian udah disibukkan sama sejumlah urusan mengenai kelulusan kalian kelak nantinya. Kalian bakal dihadapkan sama segudang les tambahan dan rangkaian hal lain yang menguji kesabaran kalian sebelum kalian pada akhirnya ikut ujian nasional, sebagai ujian akhir dari segala ujian yang telah kalian lalui selama SMA. Sebenernya sih sampai ijazah itu pada akhirnya ada di tangan kalian akan selalu ada tantangan yang harus kalian selesaikan dengan sebaik mungkin. Semua itu berat banget, dan pastinya nggak main-main karena bakal menentukan nasib kalian kedepannya. Mungkin diantara kalian udah ada yang rela mengurangi waktu jalan-jalan sama temen sepermainan hanya karena kalian mau fokus sama apa yang ada didepan mata. Yang tadinya rajin nonton bioskop, nongkrong di kafe dan lain-lain udah kepikiran untuk pensiun sejenak dikarenakan tantangan yang sedang menanti. Tadinya pembahasan hanya seputar gebetan, sekarang tentang materi ujian. Dan berbagai hal baru yang lainnya. Pokoknya hidup kalian berubah deh, pasti ada perbedaan sama kalian yang masih duduk di kelas 11 sebelumnya. Jalan yang harus kalian tempuh bukanlah jalan biasa, penuh kerikil tajam yang siap menghujam kalian dan harus kalian lewati. Banyak lika-liku yang harus kalian hadapi, dan nggak sedikit keluhan demi keluhan timbul dalam diri kalian. Itu wajar, pasti ada masanya. Tapi jangan sampai berlarut-larut. Banyakin berjuangnya, jangan banyakin kedernya. Harus tetep semangat menjalani apa yang harus kalian jalani, supaya hasilnya semaksimal yang kalian inginkan.
Ngomong-ngomong, tunggu dulu deh, Kalian pasti tau bahwa tantangan sebenernya itu adalah…
MASUK PTN.
PERGURUAN TINGGI NEGERI.
Yup. Sebenernya ini adalah puncak dari berbagai perjuangan kalian sih kalau menurut aku. Jujur aja, masuk PTN itu nggak semudah membalikkan telapak tangan. Nggak akan otomatis kalian langsung masuk, jelas. Perjuangannya luar biasa. Ujian nasional misalnya bisa ditaklukkan, namun apakah impian masuk PTN juga bisa direalisasikan? Itu pertanyaannya. Untuk dapetin satu bangku di PTN itu kalian bener-bener diuji untuk mengerahkan segala kemampuan kalian. Karena disini, berjuangnya bukan sama orang-orang disekitar kalian doang. Berjuangnya sama orang se-tanah air tercinta. Apalagi kalau target kalian masuk ke PTN ternama di Indonesia. Nggak cukup hanya dengan mengandalkan keyakinan aja. Semua punya trik tersendiri, dan jangan sampai kalian melewatkan itu semua hanya karena kalian menyepelekannya. Hal yang kalian sia-siakan itu bakal jadi sumber penyesalan kalian di masa depan. Sebelum hari itu tiba, yakinkan diri kalian untuk nggak salah pilih jalan kedepannya ya.
Nah, kalian semua pasti udah tau apa aja jalur masuk ke PTN. Ada SNMPTN, SBMPTN dan mandiri. Kalian tentu udah dijelasin soal ini sama guru BK masing-masing atau bahkan kepo sendiri lalu nyari infonya di internet. Kali ini aku bakal sedikit berbagi pengalaman dan tips untuk kalian. Terutama untuk jalur SBMPTN ini, karena aku sendiri masuk PTN lewat jalur yang satu ini. Jadi mungkin bisa sedikit memberi pencerahan. Awalnya aku nggak kepikiran sama sekali untuk bisa masuk lewat jalur SBMPTN. Waktu itu aku kebagian kuota untuk bisa daftar SNMPTN, dan semua itu bikin aku super optimis. Aku memang nggak terlalu tinggi dalam berekspetasi, tapi jujur aja, bisa ikut SNMPTN pun luar biasa senengnya. Itu sih yang menurut aku bikin keyakinanku semakin lama semakin tumbuh. Waktu daftar SNMPTN luar biasa semangatnya. Aku cuma milih satu universitas waktu itu, yaitu UPN ‘’Veteran’’ Yogyakarta. Ambilnya? Jurusan Ilmu Komunikasi dan Hubungan Internasional. Dua jurusan yang memang udah aku incer sejak awal dan kupikirkan matang-matang. Hari demi hari dilewati untuk menunggu… Tentunya dengan banyakin doa sih. Tetep aja hati ini degdegan ngebayangin betapa indahnya kalau nanti dinyatakan lolos. Jadi mahasiswa baru, ikut ospek, jalanin dunia perkuliahan… Dan lain-lain.
TAPI…
Aku salah.
Tangisku pecah sewaktu aku melihat warna merah di monitor. Iya, aku nggak lolos SNMPTN. Siapa yang nggak kaget sekaligus sedih coba? Hal yang sangat aku impikan bahkan sedari dulu harus sirna. Aku pikir perjuanganku udah cukup sampai disini aja, dan aku bisa masuk ke universitas yang aku inginkan tanpa perlu berkutat dengan serangkaian tes lagi. Tapi ternyata Allah belum menghendaki aku untuk bisa masuk lewat jalur SNMPTN ini. Emosi jadi campur aduk, dan sesaat nggak bisa berpikir jernih. Terus aja mikir apa yang salah sama diriku. Untungnya orang-orang terdekat sangat memotivasi ku untuk bisa melanjutkan langkah. Temen-temen yang satu nasib pun nggak berdiam diri, kami saling menyemangati. Aku turut berbahagia waktu itu untuk yang lolos, namun hati ini nggak bisa bohong kalau aku juga ingin. Ingin bisa dinyatakan sebagai bagian dari universitas yang sudah ada dalam daftar mimpi-mimpiku. Ditambah aku pesimis, apakah bisa aku mengejar SBMPTN padahal waktunya udah mepet banget? Yup. Sebenernya pendaftaran SBMPTN udah lama dibuka, dan beberapa temenku udah ada yang nyicil belajar dari jauh-jauh hari. Tapi kan aku nggak kepikiran, karena aku pikir aku lolos SNMPTN dan aku malah santai. Sebenernya salahnya ada disitu sih. Ditambah konon katanya soal SBMPTN itu susah luar biasa. Tapi kalau kata orang nasi udah jadi bubur. Apa daya, aku hanya bisa bikin ‘’bubur’’ itu jadi kerasa enak. Ngerti kan maksudku? Hehe… Pada akhirnya aku memutuskan untuk bangkit. Masalah waktu yang udah singkat, itu belakangan. Yang penting aku harus coba daftar. Karena prinsipku lebih baik sedih kalau nggak lolos daripada sedih karena nggak daftar sama sekali. Tapi tetep… harus lolos, dong! hehe. Aku lalu daftar SBMPTN ditemenin mama. Aku bayar dulu waktu itu di bank, dan malemnya baru deh aku milih universitasnya. Aku daftar di UPN ‘’Veteran’’ Yogyakarta jurusan ilmu komunikasi. Lalu pilihan keduaku UPN ‘’Veteran’’ Jakarta jurusan Hubungan Internasional. Pilihan ketiga aku dilema berat plus super bingung karena ngerasa nggak mau milih apa apa lagi, tapi aku mau coba-coba. Siapa tau gol! Peluang sesedikit apapun harus diambil dong pastinya. Jadi aku milih Universitas Negeri Jakarta, jurusan sastra inggris. Dan hari itu juga aku daftar zenius. Ini bukan promosi, tapi aku memang sedikit belajar disitu hehe. Aku juga beli buku SBMPTN yang direkomendasikan. Waktu itu aku beli di gramedia. Agak mahal memang, tapi demi mimpi kenapa itung-itungan coba? Bahkan saking niatnya aku coba download kumpulan contoh soal SBMPTN yang bisa didapatkan secara cuma cuma di internet. Pokoknya banyak deh!
Aku bener-bener nggak ngerti sebesar apa nyaliku sampai sampai belajar di waktu yang kurang dari sebulan. Banyak orang yang udah belajar dari entah kapan, sementara aku? Jujur…. ada sedikit ketakutan dalam diriku. Kadang-kadang aku nangis karena ingin menyerah. Tapi cuma sesaat. Sisanya tetep kuhabiskan dengan berjuang. PTN itu impian terbesarku, aku ingin melihat senyum kedua orangtuaku ketika aku bersukacita melihat monitor yang menyampaikan berita kelulusanku. Bertahun-tahun pengorbanan mereka untukku mungkin nggak akan pernah terbayar dengan apapun, namun yang satu ini bisa menjadi bukti cinta kasihku pada mereka. Tuh kan, jadi mewek! Hehe. Setiap kali aku letih, aku inget betapa orangtuaku mengabaikan rasa letih mereka hanya demi hal-hal yang dapat membahagiakanku, dan saudara-saudaraku. Sekarang masa aku berhenti hanya karena letih? Mereka nggak pernah memperhitungkan setetes keringat mereka, lalu apakah aku harus melakukan semua itu? Nggak. Sama halnya seperti mereka yang nggak akan pernah berhenti berjuang untuk membuat hidupku dan saudara-saudaraku terasa indah luar biasa tanpa sedikitpun kesusahan, aku juga harus berjuang hingga orangtuaku tersenyum bangga sembari meneteskan airmata bahagia. Mereka sangat mencintaiku, dan aku juga. Cinta mereka sudah jauh lebih dulu dibuktikan, dan sekarang giliranku….
Jadilah aku memulai kehidupan sebagai sang pengejar mimpi. Hari demi hari aku habiskan dengan belajar. Ya, sempet sih ngerasa males. Tapi tetep, itumah godaan sejenak doang, harus kukalahkan. Anyway, aku nggak ikut bimbel, karena tanggung! Hehe. Waktunya udah super mepet. Aku memutuskan belajar dirumah aja, karena emang tipe belajarku kayak gitu. Aku suka belajar mandiri. Tapi kalian yang mau ikut bimbel malah lebih bagus karena pasti diajarin trik-triknya, jadi itu sangat kusarankan lho ya.
Berhubung jurusan yang kuambil masuk ranah sosial, aku ambilnya SOSHUM. Jadi yang diujikan itu TKPA (Tes kemampuan dan potensi akademik) dan TKD (Tes kemampuan dasar) SOSHUM. TKPA ini terdiri dari bahasa inggris, bahasa Indonesia, matematika dasar, verbal, figural dan numerical. Kalau TKD SOSHUM ini terdiri dari sejarah, sosiologi, ekonomi dan geografi. Pertama aku bakal bahas bagian TKD dulu. Nah… waktu itu aku mencoba memahami kapasitas kemampuanku. Aku lihat, mana materi yang paling kukuasai dan mana yang engga. Aku waktu itu ambil ujian nasional sosiologi, dan ketika kulihat pembahasannya di buku SBMPTN ternyata lumayan mudah dan sesuai sama yang kupelajari. Kemudian sejarah, sejarah ini memang luas namun ada beberapa yang juga masih melekat di otakku. Lalu tersulit kedua dari terakhir, geografi, yang keliatannya sederhana tapi lumayan berbobot. Kutanya temenku yang ambil UN geografi, pelajaran satu ini memang menipu. Sedikit jika dilihat sekilas, tapi kalau ditelusuri materinya banyak luar biasa. Dan terakhir… ekonomi! Aku memang nggak suka pelajaran satu ini, apalagi bagian akuntansi. Aku cuma suka kalau materinya lagi kukuasai aja, kalau lagi bingung mah bawaannya nggak semangat belajar yang satu ini. Memang passionku bukan disini, dan aku nggak pernah memaksakan diri. Tapi tentu aku harus mencoba sebisaku dong. Setelah kuurutkan aku jadi ngerti bahwa aku harus memprioritaskan belajar ekonomi dulu. Aku menentukan hari-hari apa saja aku akan belajar ekonomi, lalu lanjut geografi, kemudian sejarah. Soalnya waktunya udah sempit, jadi strategi harus bagus. Untuk sosiologi, jujur aja aku belajarnya alakadarnya dan hanya berlatih soal karena Alhamdulillah aku lumayan mengerti. Jadi kelak aku berniat untuk terlebih dahulu mengerjakan sosiologi, baru sejarah, geografi dan terakhir ekonomi! Yang terakhir itu harus yang dapet perhatian khusus dan pengerjaannya paling lama. Hehe….
Terus kita pindah haluan ke TKPA. Jadi untuk bahasa inggris, matematika dan bahasa Indonesia, ketiga ini tentu memiliki kadar kesulitan masing-masing. Terutama matdas! Jujur, aku nggak suka matematika. Jadi aku sama sekali nggak belajar bagian ini secara detail, hanya sebisaku. Beneran nggak belajar secara menyeluruh. Aku nggak menargetkan banyak mengerjakan bagian yang satu ini nantinya. Lalu bahasa inggris dan bahasa Indonesia... Hmm. Untuk dua mata ujian ini tipsku adalah berlatih membaca cepat dan memahami pokok pikiran utamanya dari artikelnya. Jujur aja, aku juga sebenernya masih kelabakan. Terutama bahasa inggris, karena artikelnya keren bukan main. Keren disini dalam artian panjang dan berat luar biasa sih isi maupun penggunaan bahasanya. Hehe. Tapi ya banyak dicoba aja. Hajar! Kerjakan semua soal yang ada di buku atau dimanapun, pastinya dalam waktu yang singkat. Bagian verbal, numerical dan figural sendiri aku hanya berlatih soal karena memang ini cuma butuh trik tertentu. Aku sudah memprioritaskan yang mana yang mau kukerjakan duluan nanti pada waktu itu. Aku memutuskan untuk mengerjakan bahasa inggris dulu, lalu bahasa Indonesia. Untuk matdas rasanya aku nggak memikirkannya sama sekali karena nggak mau maksa, aku bertekad mengerjakan sebisaku aja. Kemudian baru deh bagian verbal, numerical dan figural. Time management is a must! Waktu sangat penting dalam tes yang satu ini, karena harus bisa mengatur tata cara pengerjaan soal dalam jangka waktu yang sempit. Dilemanya luar biasa, karena bagian bahasa inggris dan bahasa Indonesia paragrafnya super panjang,matdas soal soalnya memicu kelelahan luar biasa, tapi bagian verbal, numerical dan figural juga sangat menyita kapasitas otak. Tapi inget… practice makes perfect! Memang dalam SBMPTN ini nggak bisa serta merta hanya belajar sih, tapi harus mengerti pengaplikasiannya. Jadi jangan pernah hanya membaca materi ya. Oh iya, dengan belajar online menggunakan media seperti video kayak yang kulakukan juga sangat membantu sih menurutku. Sembari aku belajar dari buku, aku menyesuaikan juga dengan nonton videonya. Apalagi untuk yang nggak bimbel kayak aku, PR-nya jauh lebih banyak! Jadi jangan pernah menyerah. Terus aja berlatih dan jangan pernah ragu. Itu kunci sih menurutku. Tentukan waktu belajar kalian mau kapan aja, mau belajar kayak apa metodenya, dan tentukan prioritas kalian. Oh ya, satu aspek yang nggak boleh kalian lupain itu dari segi akhiratnya ya. Alias… ibadah! Usaha udah pol tapi ibadah nol ya sama aja bohong. Tapi jangan rajin ibadah hanya karena pengen sesuatu. Niatkan semua karena Allah….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar